Monday, June 23, 2014

Kondisi ibu hamil yang makan kepiting atau seafood

Ada beberapa point penting yang perlu diketahui oleh ibu hamil ketika mengkonsumsi kepiting atau seafood lainnya. Antara lain:

1. Ikan dan seafood tentunya sebagian besar mengandung protein yang tinggi dan omega 3 yang bagus untuk kesehatan ibu dan janin. Tapi jenis ikan tertentu (hiu, mackerel, dan ikan predator lainnya) mungkin saja mengandung merkuri (logam berat), bakteri Vibrio parahemolyticus dan bakteri Salmonellayang pada akhirnya justru dapat membahayakan perkembangan saraf janin. Merkuri adalah zat kimia yang tidak dapat dicerna tubuh dengan baik. Merkuri dapat memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan janin. Merkuri yang ikut mengalir di dalam darah sang ibu kepada janinnya dapat menyebabkan perkembangan tidak sempurna pada janin sehingga nantinya bayi dapat terlahir cacat atau mengalami down syndrome. Kedua, seafood sangat rentan akan kontaminasi bakteri Vibrio parahemolyticus dan bakteri Salmonella. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan otak dan perkembangan tidak sempurna pada janin

2. Pada intinya wanita hamil tidak dilarang untuk makan seafood. FDA (Food and Drug Administration) dan Environmental Protection Agency (EPA) menganjurkan agar wanita hamil mengonsumsi jenis-jenis seafood hingga 340 gram (bahkan sampai 500 gram) yang aman, seperti: udang, salmon, tuna.
Poin-poin yang perlu menjadi catatan bagi ibu hamil adalah:

  • Ikan predator adalah pucuk tertinggi dalam rantai makanan, sehingga kemungkinan mereka mengandung merkuri (logam berat) lebih besar, jadi tidak ada salahnya dihindari.
  • Hindari makan seafood mentah. Sushi memang enak, tapi Anda tidak pernah tahu kandungan bakteri atau virus didalamnya. Jadi biasakan memasaknya atau memanggangnya terlebih dahulu, sebab itu jauh lebih aman.
  • Mengkonsumsi makanan laut dalam jumlah yang banyak dan dalam kurun waktu yang berturut-turut sangat tidak dianjurkan khususnya untuk wanita hamil.

3. Solusi Untuk ibu hamil penikmat seafood

Solusi untuk mengganti seafood adalah dengan mengkonsumsi ikan Salmon. Ikan Salmon adalah ikan air tawar yang terkenal memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak, dan mengandung omega 3 alami yang baik untuk kesehatan si ibu dan janin. Mengkonsumsi ikan Salmon bisa menjadi pilihan yang bermanfaat dibandingkan mengkonsumsi seafood saat hamil.

Pengganti makanan dengan kacang-kacangan. Mengkonsumsi kacang-kacangan dapat menambah asupan nutrisi, serat, vitamin, dan protein nabati. Nutrisi yang terkandung dalam kacang-kacangan sangat baik untuk medukung perkembangan sang buah hati selama masa kehamilan.

Nutrisi lainnya untuk ibu hamil adalah susu. Susu memiliki kandungan protein, kalsium, vitamin. Bahkan saat ini sudah ada susu khusus ibu hamil yang mengandung nutrisi penting seperti omega 3 dan sebagainya.

Nutrisi pengganti seafood lainnya adalah sayuran hijau dan buah. Jangan lupakan peran sayuran hijau dan buah-buahan. Kandungan nutrisi, serat, vitamin, protein, dan zat besi yang terkandung dalam sayuran hijau dan buah-buahan sangat penting untuk menjaga kehamilan serta kesehatan ibu dan bayi.

Kesimpulannya adalah asupan nutrisi seperti protein, vitamin, dan omega 3 tidak hanya bisa didapat dari makanan laut atau seafood saja. Untuk itu buat ibu hamil yang suka makan kepiting atau seafood lainnya harap diperhatikan bahwa selama masa kehamilan agar mengkontrol makanannya. Solusinya adalah  dengan memakan ikan salmon, kacang-kacangan, susu, dan buah-buahan serta sayuran hijau, agar kebutuhan protein dan omega 3 tetap terjaga.

Sumber :  bidanku.com

No comments:

Post a Comment